Polisi Tangkap Perempuan yang Hamil dua bulan

Polisi Tangkap Perempuan yang Hamil dua bulan
Kasat reskrim Polres Donggala, AKP Arsyad Ma’aling (tengah) saat memperlihatkan babuk dan pelaku penjual kupon putih seorang perempuan (rompi orange) yang tengah hamil dua bulan/

Konten-rakyat – Kapolres Donggala melalui kasat reskrim AKP Arsyad Ma’ming menangkap seorang perempuan yang melakukan tindak pidana menjul kupon putih di desa Lero Kecamatan Sindue.

Pelaku yang diamankan anggota satreskrim polres Donggala itu sedang dalam keadaan hamil dua bulan.

“Sebelum menangkap pelaku, anggota satreksrim Polres Donggala menerima lapoan masyarakat bahwa di desa Lero kecamatan Sindue marak perjudian jenis kupon putih/togel,” Kata kasat reskrim AKP Arsyad Ma’aming kepada awak media Kamis kemarin diruang rupatama polres Donggala.

“Berdasarkan informasi tersebut anggota menangkap pelaku inisial M (39 tahun) seorang perempuan yang sedang hamil dua bulan pada hari minggu kemarin 13 Nopemeber dirumahnya didesa Lero Kecamatan Sindue,” ucapnya

Dikatakannya lagi barang bukti yang diamankan pada saat penangkapan pelaku M satu unit HP merek Nokia, satu buah buku rekapan pembelian/pemasangan nomor, satu buah table Shio, Ramalan, dan uang hasil penjualan sebesar Rp689.500,-

“Barang bukti sudah kami amankan, Cuma karena pelaku dalam keadaan hamil dua bulan kami lakukan penahan rumah saja” tutupnya.

Tempat yang sama pelaku penjua kupon putih M kepada media mengaku melakukan bisnis kupon putih sudah setahun lamanya, dan hasil penjulannya digunakan untuk kebutuhan hidup sehari-hari.

“Saya menyesal pak, saya melakukan ini hanya untuk menyambung hidup sehari-hari, saya hanya dapat 25% saja dari hasil penjualan kupon putih, kalau satu hari penjulan sampai Rp 300,000, saya dapat 25% saja, ya sekitar Rp 75,000 saja/hari, tergantung kalau rame yang bapasang pak,” bebernya.

“Saya asli Ampana, suami saya orang lero kerjanya petani, anak kami tiga, satu dalam perut jalan dua bulan, anak pertama saya laki-laki SMP kelas 1, anak kedua perempuan SD kelas IV, saya bekerja begini untuk kebutuhan hidup sehari-hari, saya menyesal pak,” ucapnya sambil berlinang air mata. *** Jabir

Pos terkait